Burung umumnya berkembang biak melalui kawin, bertelur, mengerami telur, lalu membesarkan piyik. Langkah yang paling sering terlewat ialah menyiapkan pasangan dan lingkungan sesuai kebutuhan jenisnya. Kematangan kelamin, pakan, lama pencahayaan, kesehatan, musim, serta rasa aman menentukan kesiapan indukan. Sarang, telur, dan piyik burung liar harus tetap dibiarkan di alam.
Proses Reproduksi Berbeda Menurut Jenis Burung
Burung liar memilih lokasi sarang yang terlindung, sedangkan burung peliharaan memerlukan kandang dan tempat sarang yang cocok. Ada jenis yang merangkai sarang sendiri, ada pula yang memakai rongga, kotak sarang, atau sarang lama. Pengamatan burung liar cukup dilakukan dari jarak aman tanpa memegang telur maupun anaknya.
Dari Memilih Pasangan sampai Telur Dierami
- Burung jantan menarik pasangan lewat suara, gerakan, pemberian pakan, atau perilaku khas jenisnya.
- Pasangan harus sejenis dan jenis kelaminnya perlu dipastikan. Warna bulu atau bentuk tubuh saja sering tidak cukup untuk membedakan jantan dan betina.
- Induk menyiapkan sarang sebagai tempat telur terlindung dari gangguan dan perubahan suhu.
- Setelah bertelur, satu induk dapat lebih dominan mengeram atau keduanya bergantian, bergantung pada spesies.
Jumlah telur dan lama pengeraman tidak bisa disamaratakan karena berbeda jauh antarjenis.
Kandang yang Mendukung Indukan
Letakkan kandang di tempat tenang, bersih, berventilasi baik, aman dari pemangsa, dan jangan sering dipindah saat burung mulai bersarang. Sediakan air bersih serta wadah pakan yang mudah dijangkau tanpa mengusik sarang.
Pakan harus mengikuti jenis burung. Pemakan biji, buah, serangga, dan nektar membutuhkan susunan pakan berbeda, terutama saat induk memberi makan anak. Kegagalan sering muncul karena kandang sempit, sarang terlalu sering diperiksa, pasangan tidak cocok, atau pakan diubah mendadak.
Hentikan upaya penangkaran bila induk tampak sakit atau tidak mampu bertengger. Kondisi piyik yang memburuk juga memerlukan dokter hewan yang berpengalaman menangani burung.
Setelah Piyik Menetas, Gangguan Justru Perlu Dikurangi
Induk biasanya memberi makan piyik mengikuti pola makan alaminya. Pemilik cukup menjaga pakan sesuai jenis tetap tersedia dan kebersihan kandang terjaga. Membuka sarang berulang kali dapat membuat induk gelisah, bahkan meninggalkan sarang pada sebagian jenis.
Jangan memberi makan paksa pada piyik lemah, sulit bernapas, atau tidak menerima pakan. Piyik liar yang sudah berbulu di tanah belum tentu terlantar, karena induknya dapat tetap memberi makan dari luar sarang.
FAQ
Apakah semua burung bisa berkembang biak di kandang?
Tidak semua jenis mudah diternakkan. Ruang, pasangan, sarang, pakan, dan toleransi terhadap stres tiap burung berbeda.
Mengapa burung sudah berpasangan tetapi belum bertelur?
Jenis kelamin mungkin belum pasti, burung belum matang, pasangan belum cocok, atau lingkungan dan kebutuhan pakannya belum terpenuhi.
Bolehkah memindahkan telur burung liar ke rumah?
Tidak dianjurkan. Biarkan telur dan sarang di lokasi, kecuali pihak berwenang atau penyelamat satwa yang kompeten melakukan penanganan.